Ilmu Budaya Dasar Manusia dan Keindahan

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan atas berkat rahmat Allah SWT penulis dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tepat pada waktunya.Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar di Fakultas Sains dan Teknologi pada Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. Dalam menyelesaikan makalah ini penulis menyadari bahwa maish terdapat banyak kekurangan dan kesalahan, karena terbatasnya kemampuan dan pengetahuan yang penulis miliki, oleh karena itu atas kekurangan-kekurangan yang terdapat didalam makalah ini mohon kiranya dapat dimaklumi dan penulis mohon kritik dan saran yang bersifat membangun. Pada akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua.Amin




BAB I 
 PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Setiap manusia dilahirkan dan dibekali dengan banyak sekali keindahan. Keindahan baik dari dalam, dari luar, maupun yang ada disekitarnya. Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan jiga barsifat universal, artinya tidak terikat olek selera perseorangan, waktu, tempat, daerah, atau lokal.


B. Rumusan Masalah
  1. Apa yang dimaksud dengan manusia ?
  2. Apa yang dimaksud dengan keindahan ?
  3. Hakikat dari keindahan ?
  4. Apa hubungan manusia dengan keindahan ?
  5. Bagaimana cara untuk mengetahui suatu keindahan?


C. Tujuan Pembahasan
Tujuan pembahasan materi ini adalah mengetahui sejauh mana hubungan dan keterkaitan antara manusia dan keindahan. Mulai dari pengertian masing-masing dan hubungan keduanya.




BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk sosial, dimana manusia juga tidak bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang diciptakan Tuhan, dan merupakan makhluk paling sempurna di muka bumi. Manusia diciptakan memiliki akal dan pikiran, oleh karena itu manusia dapat menggunakan akal dan pikirannya untuk melakukan suatu hal, dan pada akhirnya terciptalah manusia yang adil dan menggunakan akal pikirannya dengan baik.
Secara Bahasa Manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang mampu menguasai makhluk lain. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Secara biologi, manusia diartikan sebagai sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.


B. Pengertian Keindahan
Kata keindahan berasal dari suku kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, suara, warna, dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun kelihatannya indah tapi tidak mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya tidak indah.
Keindahan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, dan kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar, atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya.
Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besar Estetik” (Filsafat Keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Perancis “beau”, Itali dan Spanyol “bello”, kata itu berasal dari bahasa latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis “bellum”.
Keindahan adalah sesuatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati, keindahan bisa dinikmati melalui suatu karya. Dengan kata lain keindahan dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk.


C. Hakikat dari Keindahan
Keindahan adalah susunan dari kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance), dan pertentangan (contrast).
Herbet Read merumuskan bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan indrawi manusia. Filsuf abad pertengahan Thomas Amuinos mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.
Keindahan memiliki perbedaan, perbedaan keindahan menurut luasnya :
  1. Keindahan dalam arti luas
Keindahan dalam arti luas menurut plotinus ilmu yang indah dan kebajikan yang indah.

  1. Keindahan dalam arti estetis murni
Keindahan dalam arti estetis mutni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan sesuatu yang diserapnya.

  1. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungan pengelihatan
Keindahan dalam arti yang terbatas, mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda yang dapat diserap dengan pengelihatan, takni berupa keindahan dalam bentuk dan warna.


Dalam teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa, pentertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segalal sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Dalam “Dictionary of Sociology and Related Science” diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut :“The belived Capacity of any object to saticgy a human desire. The quality of any object which causes it be of interest to an individual or a group” (Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok).
Hal itu berarti, bahwa nilai adalah semata-mata adalah realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada hendaknya itu sendiri. Nilai itu dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya.


Nilai itu ada yang membedakan antara nilai subjektif dan objektif, tetapi penggolongan yang penting ialah :
  • Nilai Ekstrinsik
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (“Instrumental Contributory value”), yakni nilai yang bersifat sebagai alat membantu contohnya puisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik.


  • Nilai Intrinsik
Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya : pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai intrinsik.


Pengelompokan pengertian keindahan dilihat dari beberapa persepsi tentang keindahan berikut ini :


  1. Keindahan adalah sesuatu yang mendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat (Tolstoy).

  1. Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri “Beauty is an order of parts in their manual relations and in their relation to the whole” (Baumgarten).

  1. Yang indah hanyalah yang baik, jika belum baik ciptaan itu belum indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan yang amoral tidak bisa dikatakan indah, karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral (Sulzer).

  1. Keindahan dapat terlepas sama sekali dari kebaikan (Winehelmann).

  1. Yang indah adalah yang memiliki proporsi yang harmonis. Karena proporsi yang harmonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan dengankebaikan. Jadi, yang indah adalah nyata dan yang nyata adalah yang baik (Shaftesbury).

  1. Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang (Hume).

  1. Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang, dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengalaman yang menyenangkan (Hemesterhuis).


Kontemlasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan suatu proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan.
Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan, dan menikmati sesuatu yang indah.
Manusia menciptakan berbagai macam peralatan untuk memecahkan rahasia gejala alami tersebut. Semuanya ini dilakukan dan hanya bisa terjadi berdasarkan resep atau pemikiran pendahuluan yang dihasilkan oleh kontemplasi. Siklus kehidupan manusia dalam lingkup pandangan ini menunjukkan bahwa kontemplasi selai sebagai tujuan juga sebagai cara atau jalan mencari keserba sempurnaan kehidupan manusia.
Teori estetika keindahan menurut Jean M. Filo dalam bukunya “Current Concepts of Art” dikelompikkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
  1. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu bersifat subjektif adanya, yakni kerena manusianya menciptakan penilaian indah dan kurang indah dalam pikirannya sendiri.

  1. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan bersifat objektif adanya, yakni karena keindahan itu merupakan nilai yang intrinsik ada pada suatu objek.

  1. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara subjektif dan yang objektif, artinya kualitas keindahan itu baru ada apa bila terjadi pertemuan antara subjek manusia dan objek substansi.


D. Hubungan Manusia dengan Keindahan
Manusia dan keindahan memang tidak bisa dipisahkan sehingga kita perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian yang nantinya dapat menjadi bagian dari suatu kebidayaan yang dapat dibanggakan. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai dengan perkembangan teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan,, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan maunusia.
Manusia yang menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan. Pengalaman keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut.
Keindahan itu pada dasarnya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa kaindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis melukis wanita lebih cantik dari keadaan sebenarnya, justru tidak indah. Pengungkapan keindahan dalam karya seni disadari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Berikut ini akan dicoba menguraikan alasan / motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan.


  1. Tata Nilai yang Telah Usang
Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa.
  1. Kemerosotan Zaman
Keadaan yang merendahkan derajad dan nilai kemanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan manusia yang rusak.

Sebagai contoh ialah karya seni berupa sajak yang dikemukakan oleh W.S.Rendra berjudul “Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta”. Di sini pengarang memprotes perbuatan bejad para pejabat, yang merendahkan derajad wanita dengan mengatakan sebagai inspirasi revolusi, tetapi tidak lebih dari pelacur.

  1. Penderitaan Manusia
Banyak faktor yang membuat manusia itu menderita. Tetapi yang paling menentukan ialah faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa, serakah, tidak berhati-hati, dan sebagainnya.
Keadaan demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan menyenangkan, karena nilai kemanusiaan telah diabaikan, dan dikatakan tidak indah. Yang tidak indah itu harus dilenyapkan karena tidak bermanfaat bagi kemanusiaan.
  1. Keagungan Tuhan
Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu. Seindah-indah tiruan terhadap cuptaan Tuhan, tidak akan menyamai keindahan ciptaan Tuhan itu sendiri. Kecantikan seorang wanita ciptaan Tuhan membuat kagum seniman Leonardo da Vinci. Karena itu ia berusaha meniru ciptaan Tuhan dengan melukis Monalisa sebagai wanita cantik. Lukisan monalisa sangat terkenal menarik dan tidak membosankan.


E. Cara untuk Mengetahui Suatu Keindahan
  1. Renungan
Renungan berasal dari kata renunag, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dangan dalam-dalam. Renungan adalah hasil dari merenung.
Setiap orang pernah merenung. Sudah tentu kadar renungannya satu antara lain berbeda, merkipun objek yang direnungkan sama, lebih pula objek renungannya berbeda. Jadi apa yang direnungkan itu bergantung kepada objek dan subjek.

  1. Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi dari kata dasar rasi artinya cocok, sesuai, atau kena benar. Kata cocok sesuai atau kena mengandung unsur pengertian perpanduan, ukuran, dan seimbang.
Keserasian identik dengan keindahan. Sesuatu yang serasi tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. Karena itu sebagian ahli pikir pendapat, bahwa keindahan ialah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal.

  1. Kehalusan
Kehalusan berasal dari kata halus artinya tidak kasar (perbuatan), lembut, sopan, baik (budi bahasa), beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus.
Halus itu berarti suatu sikap manusia dalam pergaulan baik dalam masyarakat kecul maupun dalam masyarakat luas. Sudah tentu sebagai lawannya ialah silkap kasar atau sikap orang-orang yang sedang emosi, bersikap sombong, bersikap kaku sikap orang yang sedang bermusuhan. Oleh karena itu kehalusan dapat menunjukkan nilai keindahan seseorang dan sikap kasar bisa mengurangi nilai keindahan dari seseorang.

  1. Kontemplasi
Suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai makna, manfaat, dan tujuan, atau niat hasil penciptaan.




BAB III
PENUTUP


Kesimpulan
Manusia adalah makhluk sosial, dimana manusia juga tidak bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain. Manusia pada hakikatnya adalah makhlik yang diciptakan Tuhan, dan merupakan makhluk paling sempurna di muka bumi. Manusia diciptakan memiliki akal dan pikiran, oleh karena itu manusia dapat menggunakan akal dan pikirannya untuk melakukan suatu hal, dan pada akhirnya terciptalah manusia yang adil dan menggunakan akal pikirannya dengan baik.
Keindahan adalah identik dengan kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun kelihatannya indah tapi tidak mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya tidak indah. Keindahan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, dan kepuasan. Keindahan adalah sesuatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati, keindahan bisa dinikmati melalui suatu karya. Dengan kata lain keindahan dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Hakikat keindahan adalah susunan dari kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance), dan pertentangan (contrast).
Manusia setiap menciptakan suatu karya pasti selalu memikirkan keindahannya. Setiap manusia asti suka melihat sesuatu yang indah, maka dari itu manusia dan keindahan merupakan hal yang penting dalam kehidupan, Manusia diberikan keindahan yang sangat luar biasa oleh Tuhan. Manusia diharapkan untuk selalu menjaga keindahan-keindahan yang dimilikinya, yang ada pada dirinya agar senantiasa keindahan tersebut dapat berguna dan dinikmati oleh semua orang, serta untuk mengetahui suatu keindahan dibutuhkan hal-hal seperti renungan, keserasian, kehalusan dan kontemlasi.


3 Comments

Post a Comment

Previous Post Next Post